Rangkuman hasil kerja sebagai Digital Marketing Manager: mengelola website dan iklan digital Hiro sebagai channel penjualan, Oktober 2025 hingga September 2026. Grafik pertumbuhan dihitung tanpa proyek besar September agar tren bulanan terbaca jelas.
Periode Okt 2025 – Sep 2026Perusahaan PT. Hiro Takashi MuraPeran Digital Marketing Manager
Angka utama
Rp2,15 M
Penjualan web Jan–Sep 2026
termasuk proyek Rp1,55 M
Rp1,72 M
Penjualan September 2026
bulan tertinggi, 13 transaksi
+214%
Penjualan Q3 vs Q1 2026
Rp131 jt → Rp412 jt*
4,4x
Rata-rata penjualan/bulan
Rp31 jt (H1) → Rp137 jt (Q3)*
5,8x
Penjualan per Rp1 iklan
naik dari 2,6x di H1 (Jul–Agu)
10 → 13
Transaksi per bulan
Juli 10 · Agustus 11 · September 13
* Tanpa proyek Rp1,55 miliar di September.
Yang saya kerjakan
Fokus kerja dan hasilnya
Mendatangkan proyek terbesar lewat website
Channel website menghasilkan proyek untuk masjid di Morowali senilai Rp1,55 miliar di September 2026, dari quotation yang dikirim sejak Agustus. Nilainya lebih dari 2,5 kali seluruh penjualan reguler Januari–September.
Mengembangkan website sebagai channel penjualan
Di luar proyek besar, penjualan Q3 mencapai Rp412 juta, 3,1 kali Q1 dan 7,5 kali Q2. September sendiri Rp171 juta, bulan reguler tertinggi sepanjang tahun.
Mengoptimalkan budget iklan digital
Setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp5,8 penjualan di Juli–Agustus, naik dari Rp2,6 di semester pertama. Juli juga menjadi bulan pertama divisi website untung setelah gaji dan operasional.
Menumbuhkan pelanggan B2B dan repeat order
23 dari 34 transaksi Juli–September berasal dari perusahaan (PT/CV), termasuk perusahaan Tbk. Beberapa klien kembali memesan di bulan berikutnya atau dengan lebih dari satu PO.
Pertumbuhan
Penjualan bulanan dan kuartalan
Penjualan web per bulan
Penjualan regulerProyek Rp1,55 M (tidak digambar penuh)
Penjualan per kuartal
Rp juta · tanpa proyek besar
Transaksi per bulan
jumlah invoice
Penjualan divisi website mulai tercatat Oktober 2025. Dibanding Q4 2025 (Rp116 juta), penjualan reguler Q3 2026 sudah 3,6 kali lipat. Q2 2026 menjadi titik terendah sebelum lonjakan Juli.
Efisiensi iklan
Belanja iklan naik, hasilnya naik lebih cepat
Penjualan per Rp1 iklan
per periode
Belanja iklan per bulan
Rp juta
Penjualan Januari–Agustus Rp427 juta dari belanja iklan Rp113 juta. Data iklan September belum tercatat.